Tempat kongko favoritku di Kota Kendari jatuh pada Jembatan Talia. Tempat nongkrong tepi air paling langka di dunia. Salah satu pilihan nongkrong di tepi Teluk Kendari.
Catatan: LM Ishak Junaidy
Ruang terbuka hijau (RTH) Jembatan Talia bukan tempat populer di kota ini, terlihat dari hanya sedikit pengunjung, tapi karakternya cocok dengan aku.
Beberapa orang menyukai keramaian, hingar bingar, sorot mata, atau juga validasi. Kendari punya banyak tempat yang mereka butuhkan di bagian lain kota ini. Bukan di sini.
Bagi yang menyukai keheningan dan ketenangan, Jembatan Talia tempat yang sempurna untuk recharger atau mencari inspirasi.
Langgananku turap yang persis menghadap mulut Teluk Kendari.
Ketika aku mendatanginya kembali awal November 2026, cuaca agak berangin. Maklum letaknya berhadapan dengan pintu masuk Teluk Kendari, sehingga terpapar langsung embusan Laut Banda. Dan udara kota sedikit bercampur asap kiriman karhutla.
Orang yang datang di sini mungkin tidak banyak yang menyadari mereka berada di tempat pertemuan tiga laut. Yaitu Laut Banda, Teluk Kendari, dan Selat Bungkutoko. Ini tempat yang sangat langka di dunia.
Kemudian, di sini ada bunyi ombak pecah di tepi pantai. Iramanya itu lho.
Waktu terbaik mendatanginya tentu saja senja.
Bisa melihat kapal lalu lalang keluar masuk teluk. Sampan dan perahu nelayan berseliweran memancing suara hati memaknai perjuangan hidup.
Di angkasa kamu disuguhkan permainan warna langit mengikuti suasana hati alam ketika siang berganti malam.
Dari sini kamu bisa melihat kota lama Kendari di seberang, terpampang di hadapan mata. Kelap-kelip lampu kota memantul di air menjadi pemandangan di waktu malam.
Di sini tidak banyak kebisingan dan gangguan pengamen, jukir liar, dan peminta-minta. Hanya kamu, pemandangan, suara alam, dan kata hati.
Matahari terbenam di balik Jembatan Teluk di sebelah kirimu. Bulan akan terbit dari sebelah kanan. Kamu tidak perlu merubah posisi dudukmu untuk menikmati keduanya, cukup menoleh ke kanan dan ke kiri.
Pulang dari sini kamu akan merasa fresh dan penuh tenaga. Dan juga tidak merasa seperti habis dirampok. Tidak ada trik apalagi intrik. Semua di sini masih tampak natural dan normal. Entah nanti. (*)









































