• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Aura Pena
Advertisement
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
    • All
    • Bisnis & Ekonomi
    • Pendidikan
    • Politik & Hukum
    • Sosial & Budaya
    la ode tariala

    Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

    haroa di raha 80an

    Haroa di Raha 1990

    kapolri suyudi

    Operasi Pabrik Narkoba di Aceh dan Kapal Tanker Global 168 di Sumut Selamatkan 1,8 Juta Jiwa Anak Indonesia

    kapolri suyudi kasus pabrik sabu di aceh

    Dua Operasi Narkoba Skala Besar Pekan Ini, Amankan 2,36 Ton Sabu dari Jaringan Internasional

    Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

    Amazon has 143 billion reasons to keep adding more perks to Prime

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Feature
    • All
    • Alam Sekitar
    • Cerita Manusia
    • Sains
    • Teknologi
    haroa di raha 80an

    Haroa di Raha 1990

    Lokasi rumah bordil samunggu

    Rumah Bordil Pertama di Kendari

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

    macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

    Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Reportase
    • All
    • Dicovery
    • Experience
    • Investigasi
    • Liputan Khusus
    haroa di raha 80an

    Haroa di Raha 1990

    Lokasi rumah bordil samunggu

    Rumah Bordil Pertama di Kendari

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

    Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

    Heroes of the Storm Global Championship 2017 starts tomorrow, here’s what you need to know

  • Esai
    • All
    • Analisa
    • Persepsi
    • Perspektif
    • Refleksi

    Shooting More than 40 Years of New York’s Halloween Parade

    Heroes of the Storm Global Championship 2017 starts tomorrow, here’s what you need to know

    Why Millennials Need to Save Twice as Much as Boomers Did

    Doctors take inspiration from online dating to build organ transplant AI

    How couples can solve lighting disagreements for good

    Ducati launch: Lorenzo and Dovizioso’s Desmosedici

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Daerah
    la ode tariala

    Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

    haroa di raha 80an

    Haroa di Raha 1990

    Lokasi rumah bordil samunggu

    Rumah Bordil Pertama di Kendari

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

    macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
    • All
    • Bisnis & Ekonomi
    • Pendidikan
    • Politik & Hukum
    • Sosial & Budaya
    la ode tariala

    Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

    haroa di raha 80an

    Haroa di Raha 1990

    kapolri suyudi

    Operasi Pabrik Narkoba di Aceh dan Kapal Tanker Global 168 di Sumut Selamatkan 1,8 Juta Jiwa Anak Indonesia

    kapolri suyudi kasus pabrik sabu di aceh

    Dua Operasi Narkoba Skala Besar Pekan Ini, Amankan 2,36 Ton Sabu dari Jaringan Internasional

    Hillary Clinton in white pantsuit for Trump inauguration

    Amazon has 143 billion reasons to keep adding more perks to Prime

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Feature
    • All
    • Alam Sekitar
    • Cerita Manusia
    • Sains
    • Teknologi
    haroa di raha 80an

    Haroa di Raha 1990

    Lokasi rumah bordil samunggu

    Rumah Bordil Pertama di Kendari

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

    macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

    Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Reportase
    • All
    • Dicovery
    • Experience
    • Investigasi
    • Liputan Khusus
    haroa di raha 80an

    Haroa di Raha 1990

    Lokasi rumah bordil samunggu

    Rumah Bordil Pertama di Kendari

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

    Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

    Heroes of the Storm Global Championship 2017 starts tomorrow, here’s what you need to know

  • Esai
    • All
    • Analisa
    • Persepsi
    • Perspektif
    • Refleksi

    Shooting More than 40 Years of New York’s Halloween Parade

    Heroes of the Storm Global Championship 2017 starts tomorrow, here’s what you need to know

    Why Millennials Need to Save Twice as Much as Boomers Did

    Doctors take inspiration from online dating to build organ transplant AI

    How couples can solve lighting disagreements for good

    Ducati launch: Lorenzo and Dovizioso’s Desmosedici

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Daerah
    la ode tariala

    Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

    haroa di raha 80an

    Haroa di Raha 1990

    Lokasi rumah bordil samunggu

    Rumah Bordil Pertama di Kendari

    The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

    Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

    macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

No Result
View All Result
Aura Pena
No Result
View All Result
Home Feature Cerita Manusia

Haroa di Raha 1990

Talharmonic by Talharmonic
October 27, 2026
in Cerita Manusia, Daerah, Dicovery, Reportase, Sosial & Budaya
0
haroa di raha 80an
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Zaman beralih, generasi berganti, kebudayaan berevolusi. Bahkan di pulau terpencil di kaki Sulawesi yang didiami suku Muna, gempuran modernisasi tak terlerai. Tradisi haroa pun tak luput dari intrusi. Menunya perlahan berasimilasi. Satu yang masih lestari: Lapa-lapa.

Haroa, sebuah tradisi berkumpul untuk memohonkan doa-doa atau memanjatkan puji syukur, yang ditutup dengan jamuan makan bersama.

Bagi suku yang mana jagung adalah makanan pokoknya, hampir setiap gerak kehidupan bisa diiringkan haroa.

Mulai dari menyongsong kelahiran hingga melepas kematian, mendirikan tonggak kegiatan hingga menghargai pencapaian, melunaskan hajatan hingga memuliakan perayaan. Salah satunya, haroa menyambut lebaran.

Hidangan yang disajikan tentu bukan menu yang lumrah dikonsumsi sehari-hari, melainkan masakan spesial yang hanya dipersembahkan pada acara penting dan massal, baik upacara adat maupun ritus keagamaan.

Pengerjaannya melibatkan proses yang rumit, repot, dan membutuhkan banyak orang yang bergotong royong.

Dari gambaran ini saja terdengar sudah sangat menggiurkan, bukan?

Di antara menu utama dalam sajian haroa, tersebutlah lapa-lapa, makanan tradisional yang terbuat dari beras. Sebuah warisan kuliner yang menakjubkan.

Haroa lebaran yang akan dilukiskan dalam tulisan ini adalah ikram Idulfitri tempo dulu di Raha–ibu kota Kabupaten Muna–dengan cara dan alat-alat tradisional, di tengah masyarakat yang masih memegang prinsip banyak anak banyak rezeki.

Aktivitas haroa tradisional ini dipraktikkan hingga kira-kira tahun 90-an.

Setelah dekade itu, barangkali tidak ada yang mengalaminya lagi, karena perkembangan teknologi melakukan lompatan yang luar biasa, telah mengubah drastis atmosfer kerja di dapur.

Satu instrumen dapat menggantikan pekerjaan beberapa orang. Tidak perlu banyak anak untuk meringankan beban orangtua. Dua anak cukup.

Pun sudah ada yang menyediakan jasa membuat lapa-lapa dan penganan tradisional. Tinggal pesan.

Memasuki milenium kedua, teknologi informasi membuka cakrawala pengetahuan lebih mondial mengenai resep masakan. Bukan kejutan bila sajian haroa tiba-tiba menjadi semacam festival kuliner internasional.

Di masa silam, segala hal untuk haroa dikerjakan dengan tangan sendiri dan merujuk menu orisinal warisan leluhur. Maka dari itu orang jadi hafal betul cita rasa lapa-lapa buatan ibunya, bagaimana tekstur gulai ayam racikan emaknya, atau legit kue sirkaya sentuhan uminya.

Akan ada banyak lapa-lapa dia temui sepanjang hidupnya, tapi lapa-lapa buatan emak selalu istimewa. Hal-hal yang di kemudian hari akan membuatnya rindu pulang kampung bila lebaran tiba.

Kesibukan mempersiapkan haroa sudah terlihat seminggu sebelum lebaran. Para ibu mulai berburu di pasar, membawa pulang antara lain utas bontu–tali yang terbuat dari kulit pohon waru.

Kulit kayu waru dijemur hingga kering lalu disebit dijadikan tali pengikat lapa-lapa.

Selain bontu, bahan-bahan yang tidak mudah layu atau membusuk diadakan sejak jauh hari. Seperti, ayam kampung, gula merah, buah kelapa, beras ketan, beras merah, dan telur ayam.

Membelinya dekat lebaran harganya kian hari kian mahal.

Masakan tradisional Muna akrab dengan santan, gula merah, dan telur, serta apa yang mereka namakan kauwei–bumbu gulai.

Manakala lebaran tinggal sehari atau dua hari barulah membeli janur, pisang raja, apa saja yang gampang layu atau membusuk.

Di sela-sela itu mereka mulai menganyam kulit pembungkus lapa-lapa dari janur serta menapis beras.

Menu kelengkapan haroa mensyaratkan adanya lapa-lapa, gulai ayam, wajik, cucur, kue sirkaya, pisang raja, telur rebus.

Semua hidangan itu nantinya diletakkan di atas dulang dengan tudung saji, saat haroa digelar.

Sehari Sebelum Lebaran

Pagi-pagi sekali, anak lelaki disuruh pergi minta tolong pada orang pandai menyembelih ayam. Ada kepercayaan bahwa nikmat daging ayam salah satunya tergantung cara potongnya. Kendatipun ayam muda bila disembelih asal saja, dagingnya boleh jadi alot.

Jika ayamnya peliharaan sendiri, ia mesti ditangkap terlebih dahulu. Cerita menangkap ayam ini tidak kalah seru. Bisa dijerat atau diadang beramai-ramai dengan tetangga. Berisiknya se-RT.

Setelah disembelih, ayam dibawa pulang untuk dicabuti bulu-bulunya dan dikeluarkan jeroannya, kemudian didiang sambil kulitnya dibersihkan.

Sekarang giliran kaum perempuan mengolahnya. Tahap yang ini pun mesti teliti, karena ada 3 macam urat yang harus dibuang yang membuatnya pemali bila ikut termakan.

Secara intrinsik dimaknai bahwa bahkan dalam harta yang halal ada bagian yang kotor yang harus dikeluarkan untuk menyucikannya.

Dapur sibuk sekali hari itu. Ada yang membuat penganan tradisional, sementara anak perempuan lainnya menggulai ayam, meramu lapa-lapa.

Anak-anak dalam konteks ini hanya sebatas membantu, masterchef-nya tetap saja emak.

Organ dalam ayam dikumpulkan, dibungkus dengan daun labu dan diikat biar nanti tidak berceceran dan hancur, demikian juga kulitnya dicencang dan dibungkus terpisah, lalu keduanya dimasak bersamaan dengan daging ayam dalam satu periuk.

Semalam mereka begadang, menumbuk beras untuk bahan kue cucur dan juga membuat bumbu gulai.

Yang terakhir ini tak kalah ribet. Buah kelapa diparut dengan kukur, kemudian disangrai, setelah itu ditumbuk dalam lesung hingga lumat. Jadilah dia bumbu gulai yang siap dipadupadankan dengan daging ayam.

Subuh hari, dapur kembali semarak. Menanak lapa-lapa butuh waktu lama, dengan perapian yang harus terjaga baik. Maklum menggunakan tungku dan kayu bakar. Harus sering-sering ditiup dengan bantuan semprong agar nyalanya bagus.

Kadangkala dibuat tungku tambahan di luar rumah, dua atau tiga, khusus untuk menjerang air dan merebus lapa-lapa.

Membuat lapa-lapa menggabungkan dua teknik memasak, yaitu menanak dan merebus.

Bahannya beras merah atau beras putih atau perpaduan dari keduanya.

Entah bagaimana awalnya pitarah orang Muna mengembangkan mahakarya ini. Ringkas kata, ketika menemukan beras, mereka lalu menciptakan lapa-lapa.

Pertama, menanak beras untuk membuat nasi aron. Nasi santan setengah matang. Setelah itu, nasi aron dibungkus dengan janur dan diikat rapi hingga air tidak gampang masuk.

Sengaja dibuat kedap supaya tahan lama, tidak lekas basi, dan paling penting cita rasanya tidak tercemar.

Kemudian, sekali lagi dimasukkan ke dalam periuk untuk direbus sampai matang.

Kayu bakar disediakan para lelaki. Beberapa minggu sebelum lebaran, sambil menahan lapar dan dahaga karena puasa, mereka keluar masuk hutan memastikan keperluan kayu bakar cukup.

Setibanya di rumah, kayu dibelah-belah dan dijemur. Ada pula caranya menyusun kayu biar cepat kering. Tidak sembarang.

Setelah itu, kaum Adam praktis tidak banyak terlibat, kecuali ada aktivitas yang membutuhkan kekuatan fisik. Misalnya, mengangkat periuk lapa-lapa, persediaan air habis sehingga perlu menimba air di sumur umum.

Serepot-repotnya para pria, masih bisa sambil menyabung ayam dengan tetangga sebelum ayamnya dipotong, berpesta ampela bakar–tingkula dalam bahasa setempat.

Masih sempat perang-perangan meriam bambu dan bermain petasan dari pentil ban sepeda.

Sedangkan kaum Hawa nyaris terpatri di dapur, sampai sore, hanya jeda makan siang.

Bila semua sajian haroa sudah kelar, seseorang diutus menjemput lebai atau modin yang akan memimpin doa.

Kadangkala modin mesti dipesan memang sejak sehari sebelumnya.

Tak jarang pula modin yang sementara memimpin haroa di rumah lain, ditunggui sampai selesai, lalu “diculik”. Modin pada hari itu jadi primadona.

Ada yang menggelar haroa setelah pengumuman pemerintah menetapkan Idulfitri pada petang hari, atau malam setelah takbir keliling, dan ada pula yang haroa keesokan harinya sepulang dari Salat Id.

Jikalau ternyata sidang isbat para ulama menyatakan belum menampak hilal 1 Syawal sedangkan sajian haroa sudah siap, maka haroa digelar saja malam itu, lalu puasa tetap dilanjutkan sehari lagi. Daripada basi?

Giliran lebaran tiba, lapa-lapa tinggal periuknya, gulai ayam juga tinggal kulitnya. Sudah habis dipakai sahur dan berbuka puasa semalam. Berhari-hari mempersiapkannya, ludes dalam sekejap mata, di waktu yang salah.

Itulah lapa-lapa, salah satu artefak kebudayaan yang hanya bisa diwariskan oleh peradaban yang tinggi.

Berdasarkan skala waktu, posisi tradisional memang berada di belakang, tapi tidak berarti terbelakang dalam nisbah kebudayaan.

Tradisionalisme menggali kearifan lokal, sedangkan modernisme menyortir budaya global.

Tradisional membuat kita unik, modern membuat kita seragam. (*)

Previous Post

Rumah Bordil Pertama di Kendari

Next Post

Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

Talharmonic

Talharmonic

Related Posts

la ode tariala
Daerah

Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

October 27, 2026
Lokasi rumah bordil samunggu
Cerita Manusia

Rumah Bordil Pertama di Kendari

October 26, 2026
Liputan Khusus

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

Liputan Khusus

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

Daerah

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

Cerita Manusia

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

Next Post
la ode tariala

Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
kapolri suyudi kasus pabrik sabu di aceh

Dua Operasi Narkoba Skala Besar Pekan Ini, Amankan 2,36 Ton Sabu dari Jaringan Internasional

October 24, 2026
la ode tariala

Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

October 27, 2026
Lokasi rumah bordil samunggu

Rumah Bordil Pertama di Kendari

October 26, 2026

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

September 19, 2026

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
la ode tariala

Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

October 27, 2026
haroa di raha 80an

Haroa di Raha 1990

October 27, 2026
Lokasi rumah bordil samunggu

Rumah Bordil Pertama di Kendari

October 26, 2026
kapolri suyudi

Operasi Pabrik Narkoba di Aceh dan Kapal Tanker Global 168 di Sumut Selamatkan 1,8 Juta Jiwa Anak Indonesia

October 24, 2026

Recent News

la ode tariala

Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

October 27, 2026
haroa di raha 80an

Haroa di Raha 1990

October 27, 2026
Lokasi rumah bordil samunggu

Rumah Bordil Pertama di Kendari

October 26, 2026
kapolri suyudi

Operasi Pabrik Narkoba di Aceh dan Kapal Tanker Global 168 di Sumut Selamatkan 1,8 Juta Jiwa Anak Indonesia

October 24, 2026
Aura Pena

Jurnalisme dan Esai:
Merekam Peristiwa, Merawat Makna

Follow Us

Browse by Category

  • Alam Sekitar
  • Analisa
  • Bisnis & Ekonomi
  • Cerita Manusia
  • Daerah
  • Dicovery
  • Esai
  • Experience
  • Feature
  • Investigasi
  • Liputan Khusus
  • News
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Perspektif
  • Politik & Hukum
  • Refleksi
  • Reportase
  • Sains
  • Sosial & Budaya
  • Teknologi

Recent News

la ode tariala

Partai NasDem Resmi Pecat La Ode Tariala, Akankah Jadi Fahri Hamzah Versi Sultra

October 27, 2026
haroa di raha 80an

Haroa di Raha 1990

October 27, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Aura Pena - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
  • Feature
  • Reportase
  • Esai
  • Daerah

© 2026 Aura Pena - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.