Aura Pena– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) di hadapan Ridwan Bae dan pengurus Golkar se-Sultra menegaskan, pemerintah provinsi terbuka terhadap kritik.
Hal itu diungkapkan di acara pelantikan ketua dan pengurus Golkar se-Sultra di Lapangan 19 November Kolaka, Minggu (1/11/2026), yang turut dihadiri pengurus DPP Golkar. Anggota DPR RI Ridwan Bae juga hadir.
Gubernur ASR dan Ridwan Bae bertemu di atas panggung Golkar, duduk bersisian, saling bercakap-cakap mesra.
Pemandangan ini kontras dengan suasana politik sepekan terakhir yang mendorong loyalis keduanya bersitegang, bahkan bermuara penggerebekan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sultra Ridwan Badallah oleh loyalis Ridwan Bae yang mendesaknya minta maaf atas konten kontroversialnya di TikTok yang menyerang pribadi Ridwan Bae dengan kata-kata kasar.
Saat gilirannya memberikan sambutan, Gubernur ASR mengatakan dirinya menyadari kemajuan daerah tidak mungkin diwujudkan oleh pemerintah semata, sebaik apapun kebijakan dan program pembangunan yang dicanangkan, semua tidak akan berjalan optimal dan mencapai hasil yang diharapkan tanpa adanya dukungan, partisipasi, serta sinergi, dan kolaborasi dari seluruh komponen pembangunan termasuk di dalamnya partai politik.
Partai politik memiliki posisi strategis dalam sistem demokrasi. Perannya tidak hanya menjadi wadah penyaluran aspirasi masyarakat, tetapi juga memberikan pendidikan politik serta mendorong lahirnya gagasan dan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan publik.
“Berkaitan dengan itu, Pemerintah provinsi selalu terbuka terhadap kritik. Saya ulangi, pemerintah provinsi selalu terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun, dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan saling menghargai demi keberhasilan pembangunan daerah,” ucap ASR.
Menurutnya, kritik merupakan bagian dari proses demokrasi sekaligus bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Ia melanjutkan, masing-masing boleh berbeda organisasi, partai politik, serta berbeda dalam strategi dalam memperjuangkan gagasan dan kepentingan, tetapi seyogianya perbedaan tidak menjadi halangan untuk melangkah bersama dalam mewujudkan tujuan pembangunan daerah.
Justru yang ada, ujar dia, perbedaan harus dikelola secara bijak agar menjadi kekuatan untuk menghadirkan gagasan dan karya yang baik bagi masyarakat.
Kolaborasi lintas kekuatan politik tersebut diharapkan dapat memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah terlaksana secara nyata, berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di akhir acara, kedua tokoh malah terlihat saling rangkul, adegan yang sontak disambut standing applause dari para pengurus Golkar. (iis)






































