Aura Pena– Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Badallah memperpanjang masalah dengan melapor ke polisi, sementara itu Andi Sumangerukka dan Ridwan Bae peluk-pelukan di acara Golkar di Kolaka pada Minggu (1/11/2026).
Golkar menggelar pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) dan 17 Ketua DPD kabupaten/kota se-Sultra di Lapangan Alun-Alun (Sepak Bola) 19 November, Kabupaten Kolaka, pada Minggu. Hadir Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Acara ini diwarnai momen keakraban antara politisi senior Golkar Ridwan Bae dan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) yang terlihat saling berpelukan dan berbincang hangat di atas panggung di tengah sorot ribuan pasang mata yang memadati Lapangan 19 November.
Sepanjang pekan ini keduanya menjadi perbincangan publik, dipicu kritik yang dilontarkan Ridwan Bae terhadap ASR yang mendorong Sang Gubernur agar rajin turun ke lapangan bertemu masyarakat.
Kritik menjelma ketegangan politik terutama setelah Kadis Pariwisata Sultra tampil menyerang pribadi Ridwan Bae untuk membela ASR, yang kemudian disusul amuk massa loyalis Ridwan Bae menyatroni Ridwan Badallah di kantornya untuk mendesaknya minta maaf.
Tapi ketegangan di tingkat loyalis rupanya tidak terbawa sampai di level atas. Penampilan ASR dan Ridwan Bae di panggung Golkar, kemarin, yang sangat cair dan penuh keakraban sangat mengejutkan publik, sehingga mengundang simpati yang besar tentang kebesaran jiwa.
Ketika kedua tokoh sekali lagi berpelukan di akhir acara, ledakan tepuk tangan langsung gemuruh dari ribuan simpatisan Golkar menyambut momen indah itu.
Meski demikian, kasus penggerudukan kantor Kadis Pariwisata Sultra oleh loyalis Ridwan Bae telah dibawah ke ranah hukum oleh Ridwan Badallah.
Ridwan Badallah melapor ke Polres Kendari dengan tuduhan pengeroyokan dan premanisme.
Kasatreskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau dalam keterangan terbaru pada Sabtu (31/10/2026) membenarkan pihaknya telah menerima laporan.
Ridwan Badallah melapor ke Polres Kendari pada Rabu (28/10/2026), hari yang sama dengan kejadian.
“Laporannya terkait pengeroyokan dan premanisme,” kata Welliwanto kepada wartawan.
Soal dugaan pengeroyokan, penyidik perlu hasil visum.
“Nanti tinggal tunggu visum kalau terkait itu (luka-luka), hasil visum saat ini belum ada,” jelasnya, Sabtu (31/10/2026).
Siapa saja pihak yang dilaporkan dalam kasus ini belum dinyatakan.
“Untuk TKP sudah dicek dan kami lakukan olah TKP di lokasi. Untuk terlapornya dalam lidik,” ujarnya. (iis)




































