Aura Pena– Dari dua kasus narkoba pekan ini saja, kasus pengungkapan laboratorium narkoba terbesar di Indonesia Laboratorium yang memproduksi sabu jenis terbaik yang dikenal sebagai blue ice.serta penangkapan kapal MT Global 168, telah menyelamatkan 11,8 jiwa anak Indonesia dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (24/10/2026), soal penangkapan kapal tanker MT Global 168 di perairan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara pada Selasa (20/10/2026) mengatakan, Hasil uji pendahuluan menggunakan NIK Narcotest Kit dan perangkat RIGAKU oleh petugas Bea Cukai menunjukkan bahwa muatan kapal terindikasi mengandung ketamin HCl. Terdapat 58 karung yang diduga berisi 1,16 ton ketamine.
Budhi Utama mengatakan, tim gabungan memperkirakan keberhasilan penindakan tersebut dapat menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Lantas, bagaimana dengan hasil pengungkapan kasus pabrik pabrik sabu yang merupakan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, berapa anak yang terselamatkan dan bagaimana cara hitungnya?
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membeberkan cara hitungnya dengan baik.
Jenderal Suyudi saat konferensi pers Jumat (23/10/2026) mengatakan, dari pengungkapan tersebut, tim gabungan mampu melakukan pencegahan peredaran narkoba. Diperkirakan pengungkapan ini telah menyelamatkan 6 juta anak bangsa dari peredaran narkoba.
“Penting bagi kita untuk memahami betapa masifnya dampak kerusakan yang berhasil kita cegah melalui operasi ini. Yang pertama, apabila 1,2 ton atau 1.200.000 gram sabu ini beredar dengan harga di pasaran rata-rata di angka Rp 1,8 juta per gramnya, ya, maka total valuasi ekonomi yang berhasil kita gagalkan hampir mencapai Rp 2,16 triliun,” ucapnya.
Suyudi mengatakan, jika setiap 1 gram sabu diasumsikan bisa dikonsumsi oleh lima orang, pembongkaran laboratorium rahasia narkotika ini mampu menyelamatkan jutaan generasi muda.
“Kemudian apabila kita asumsikan 1 gram sabu ini dikonsumsi oleh 5 orang, maka kita telah berhasil menyelamatkan 6 juta anak bangsa dari dampak peredaran narkotika,” kata dia.
Ia menyebut produksi narkotika dalam jumlah besar memengaruhi kebutuhan rehabilitasi. Ia mengatakan pengungkapan laboratorium ini mampu menekan pengeluaran negara mencapai Rp 120 triliun, dengan asumsi Rp 20 juta per orangnya untuk rehabilitasi.
“Yang berikut jika jumlah tersebut dikalkulasikan untuk memenuhi kebutuhan biaya rehabilitasi ya, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh negara mencapai Rp 120 triliun dengan asumsi Rp 20 juta per orang untuk masa rehabilitasi selama 6 bulan,” ungkap dia.
Dengan cara hitung yang sama, dari penangkapan kapal MT Global 168 tim menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba. Sehingga dari kedua kasus didapatkan angka total sebesar 11,8 jiwa anak Indonesia terselamatkan. (*)


























